Bahaya daging tumbuh di mata dan pengobatannya

Kali ini kami akan membahas mengenai akan bahaya daging tumbuh di mata atau bisa juga disebut masalah mata pterigium. Penyakit  ini sering membuat penderitanya tidak merasa percaya diri, karena bisa merusak keindahan mata, yang lebih parah jika sudah kronis akan menghalangi penglihatan, dimana jika sudah terjadi seperti ini, akan sangat merugikan kesehatan anda. Dengan pandangan yang tidak jelas aktifitas anda sehari-hari akan terganggu.

Pemicu pasti tumbuhnya jaringan itu masih tetap belum di ketahui, tetapi berdasar pada riset, situasi itu disangka adalah fenomena iritatif disebabkan cahaya ultraviolet, pengeringan, serta lingkungan dengan adanya banyak angin lantaran kerap berlangsung pada orang yang beberapa besar hidupnya kerap terpapar oleh angin, cahaya matahari, berdebu atau berpasir. Oleh karenanya angka peristiwanya di Indonesia, juga sebagai daerah tropis, cukup tinggi yakni seputar 13, 1%. Radiasi ultraviolet (terlebih UV-B) mempunyai dampak mengakibatkan kerusakan, mengakibatkan satu mutasi gen (p53 tumor suppressor gene) yang menyebabkan perkembangan abnormal jaringan pada mata. Pterygium tidaklah satu kanker atau keganasan.PTERIGIUM sebagian orang dikatakan sebagai selaput atau daging yang tumbuh pada mata. ”Daging” ini sebenarnya adalah pertumbuhan jaringan fibrovaskuler dari bagian konjungtiva (selaput bening yang melapisi mata) menuju ke arah kornea.

Jaringan ini bisa terdapat pada kedua mata, biasanya tumbuh pada daerah celah kelopak mata, berbentuk segi tiga dengan puncak mengarah ke kornea. Pterygium berasal dari bahasa Yunani yaitu pterygos yang berarti little wing atau sayap. Pterygium umumnya dialami oleh penderita usia dewasa muda (di atas 40 tahun).

Pemicu / penyebab secarapasti tumbuhnya jaringan itu masih tetap belum di ketahui sampai sekarang ini, tetapi berdasar pada riset, masalah ini disangka adalah fenomena iritatif disebabkan cahaya ultraviolet, pengeringan, serta lingkungan dengan adanya banyak angin lantaran kerap berlangsung pada orang yang sebagian besar hidupnya kerap terpapar oleh angin, cahaya matahari, berdebu atau berpasir. Oleh karenanya angka peristiwanya di Indonesia, juga sebagai daerah tropis, cukup tinggi yakni seputar 13,1%. Radiasi ultraviolet (terlebih UV-B) mempunyai dampak yang bisa mengakibatkan kerusakan pada mata, mengakibatkan satu mutasi gen (p53 tumor suppressor gene) yang menyebabkan perkembangan abnormal jaringan pada mata. Penyakit pterigium bukan kanker ganas atau tumor. Selain pterigium di Indonesia juga banyak orang yang menderita mata minus, klik untuk info pengobatan minus

Lalu bagaimana pengobatan pterigium yang bisa anda lakukan jika ingin sembuh atau hilang daging yang tumbuh di mata ini ? Pengobatan ada 2 cara, yakni secara medis dan alternatif. Namun kami pada kesempatan ini lebih menyarankan anda untuk menggunakan cara pengobatan alternatif karena jauh lebih mudah dan aman.

Salah satu produk herbal yang bagus untuk mengatasi pterigium adalah green world eye care softgel, produk ini diproduksi secara khusus untuk permasalahan pada mata. Kami sendiri sudah membahasnya secara jelas, bagi anda yang berminat pesan eye care softgel atau ingin mengetahui dahulu khasiatnya silahkan klik obat pterigium.

Tags:
  • daging tumbuh dimata
  • daging tumbuh pada mata
  • daging tumbuh di mata solusinya

Artikel terkait

Temukan kami di sosial media: Facebook / Twitter / Google

No Responses

Write a response